PADA sebuah gedung suwung kosong dan senyap perempuan itu bertahan. Hanya ada gelap di sana. Bilah-bilah papan dindingnya sudah keropos. Gentengnya penuh lumut dan sebagian sudah diganti dengan seng yang juga sudah karatan. Di tengah bangunan itu, di sebuah loket reot, buruh cuci itu berumah dengan dua anak gadisnya.
Buku Buku ini menggambarkan upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi literasi, dan masyarakat, untuk meningkatkan minat baca dan tingkat literasi di Indonesia. Dalam konteks ini, survei literasi yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dunia menjadi pemicu untuk refleksi dan perbaikan. Pemerintah, melalui berbagai program seperti gerakan literasi sekolah dan pengiriman buku gratis, serta masyarakat yang bergerak dalam berbagai inisiatif seperti GPMB dan street library, berusaha meningkatkan akses dan minat baca masyarakat. Di sisi lain, pergeseran dari media bacaan cetak ke digital menjadi tantangan dan peluang baru, dengan smartphone menjadi alat utama dalam mendukung akses bacaan. Buku ini juga menyajikan kisah-kisah nyata, seperti peran perempuan yang bertahan di stasiun kereta yang hampir tertinggal zaman, sebagai cerminan dari upaya-upaya kecil yang bisa menjadi langkah besar dalam membangun literasi nasional. Dengan pendekatan yang menggabungkan data, kisah nyata, dan refleksi, buku ini menjadi panduan untuk memahami pentingnya literasi dalam konteks pembangunan bangsa.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.