Cinta seringkali dianggap sebagai sumber kebahagiaan, namun tak jarang ia justru menjelma menjadi "penyakit" yang menyesakkan dada. Banyak orang terjebak dalam fenomena TBC—bukan penyakit paru-paru, melainkan Tekanan Batin Cinta. Gejalanya nyata: rindu yang tak berbalas, luka karena pengkhianatan, hingga ketergantungan emosional yang membuat hati terbelenggu pada sosok manusia secara berlebihan. Buku ini hadir sebagai "resep" mujarab bagi siapa saja yang sedang mengalami sesak napas karena urusan asmara. Penulis mengajak pembaca untuk mendiagnosis ulang makna cinta yang selama ini mereka jalani. Apakah itu cinta sejati, atau sekadar obsesi yang membelenggu jiwa?
Unduh untuk perangkat lain: