Buku "Perempuan Dalam Pasungan: Bias Laki-laki dalam Penafsiran" karya Nurjannah Ismail merupakan sebuah gugatan intelektual terhadap dominasi perspektif maskulin dalam menafsirkan teks-teks agama. Penulis mencoba membedah kembali ayat-ayat Al-Qur''an yang selama ini sering digunakan untuk membatasi ruang gerak perempuan, mulai dari isu penciptaan, hak waris, hingga kepemimpinan dalam rumah tangga. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk melihat bagaimana latar belakang budaya dan sudut pandang mufassir laki-laki sangat memengaruhi hasil penafsiran yang cenderung subordinat terhadap perempuan. Alih-alih menerima teks secara kaku, buku ini menawarkan cara pandang baru yang lebih adil dan setara, sekaligus membuktikan bahwa semangat asli Al-Qur''an adalah untuk membebaskan perempuan dari "pasungan" budaya patriarki yang selama ini bersembunyi di balik dalil agama.
Buku Buku ini secara mendalam mengkaji penafsiran terhadap Surat an-Nisa’ dalam Al-Qur’an, khususnya dalam tafsir karya tiga mufassir ternama, yaitu ath-Thabari, ar-Razi, dan Abduh-Rasyid Ridha. Penulis menggali tema-tema sentral yang terkait dengan peran dan status perempuan dalam konteks sosial dan agama, seperti asal penciptaan manusia, poligami, hak waris, dan kepemimpinan dalam rumah tangga. Buku ini juga mengungkapkan bias laki-laki yang tersembunyi dalam penafsiran-penafsiran tersebut, yang secara tidak langsung memperkuat diskriminasi terhadap perempuan. Penulis menyoroti perbedaan mendasar dalam pendekatan tafsir ketiga mufassir tersebut, yang dipengaruhi oleh latar belakang sosial, metode penafsiran, dan pemahaman terhadap konteks sosial dan bahasa Al-Qur’an. Dengan pendekatan kritis dan akademis, buku ini berusaha mengeksplorasi ide pembebasan perempuan yang terkandung dalam Al-Qur’an, sekaligus menantang penafsiran yang cenderung misogini. Buku ini menjadi referensi penting bagi para peneliti, akademisi, dan masyarakat yang peduli terhadap isu kesetaraan gender dan pemahaman yang seimbang terhadap Al-Qur’an.
Unduh untuk perangkat lain: