Buku Identitas Poskolonial "Gereja Suku" dalam Masyarakat Sipil mengulas perjuangan Jaulung Wismar Saragih dalam membangun kemandirian komunitas Kristen Simalungun. Melalui perspektif poskolonial, buku ini memaparkan bagaimana Wismar Saragih melawan dominasi budaya luar—baik dari pengaruh kolonial Jerman maupun hegemoni etnis tetangga—untuk membentuk identitas gereja yang berakar kuat pada budaya lokal Simalungun. Lebih dari sekadar sejarah organisasi, karya ini menunjukkan bahwa pembentukan "Gereja Suku" adalah upaya strategis untuk memperkuat posisi masyarakat sipil dan mempertahankan martabat identitas etnis di tengah arus modernitas dan keberagaman Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: