Buku ini mengulas sejarah unik "Kapitalisme Priayi" yang diterapkan Mangkunegara IV di Surakarta melalui industri gula, yang berbeda dari kapitalisme Barat. Berfokus pada abad ke-19 hingga awal ke-20, Wasino menunjukkan bagaimana keraton bertransformasi menjadi pengusaha Bumiputera yang sukses, menggunakan keuntungan untuk modernisasi sekaligus menyejahterakan rakyat dan trah. Industri gula membawa dampak ganda: mendorong kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, namun juga memicu penyakit sosial. Karya ini membuktikan kemampuan pengusaha lokal dalam mengelola modal modern dengan pendekatan budaya lokal.
Unduh untuk perangkat lain: