Buku ini menyoroti potret nyata pelayanan sosial akademik dan aksesibilitas fisik bagi mahasiswa penyandang disabilitas di UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, dan ISI Yogyakarta. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar kampus masih belum memadai dalam menyediakan sarana khusus (tunanetra, tunarungu, maupun tunadaksa), sehingga mahasiswa seringkali harus bersikap pro-aktif secara mandiri. Secara temuan kasus, UIN Yogyakarta cenderung lebih baik dibandingkan yang lain dalam sensitivitas layanan, namun secara umum, sarana fisik di keempat PTN tersebut masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif. Buku ini menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan kampus dan aktivis pendidikan untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang ramah disabilitas.
Unduh untuk perangkat lain: