Di sebuah desa, tinggallah seorang lelaki tua bernama Pímen Timoféich. Ia berumur sembilan puluh tahun. Ia tinggal di rumah cucunya dan tidak bekerja.
Buku Buku ini menggambarkan kisah-kisah yang menggambarkan kehidupan, kejuasaan, dan kelemahan manusia dalam berbagai situasi. Dalam bab pertama, cerita mengikuti perjalanan seorang kelinci abu-abu yang tinggal di dekat desa saat musim dingin. Kelinci itu menjelajahi lingkungan yang sunyi, menghadapi tantangan dari salju, dan bertemu dengan teman-temannya yang sedang bermain dan makan. Cerita ini menggambarkan kehidupan yang sederhana, sekaligus menyoroti keindahan alam dan kehangatan persahabatan dalam keadaan yang sepi. Di bab berikutnya, kisah berpindah ke seorang anak yang memiliki hubungan yang rumit dengan kuda bernama Raven. Anak itu berusaha menunggangi kuda yang tidak kooperatif, bahkan sampai memukulinya. Namun, setelah mendengar nasihat pelayan yang menyedihkan keadaan kuda dan mengingatkan tentang kakek tua Pímen Timoféich yang juga tua dan lemah, anak itu akhirnya merasa kasihan dan berhenti memukul kuda. Kehidupan kuda dan manusia yang tua serta lemah menjadi cermin untuk refleksi tentang kejam dan belas kasihan. Buku ini juga mengandung cerita-cerita pendek lainnya seperti "Petani dan Peri Air" dan "Perburuan Lebih Buruk Daripada Perbudakan", yang masing-masing menggambarkan konflik antara manusia dan alam, serta pertentangan antara kekuasaan dan keadilan. Buku ini merupakan kumpulan kisah yang penuh makna, menggambarkan kehidupan, kejujuran, dan kelemahan manusia dalam berbagai konteks sosial dan alam.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.