Muhasabah Cinta adalah kumpulan puisi berisi hasil muhasabah penyair terhadap berbagai hal dalam kehidupan yang dialami. Tak hanya berisi tentang cinta pada Robb-nya, Allah SWT, tetapi juga rasa cintanya pada negeri, alam, keluarga, dan kekasih. Penyair menuliskan emosi dan responnya sebagai hasil muhasabah dengan kebeningan hatinya. Simak bagaimana penyair menyenandungkan tentang Ramadan yang dijalaninya. Di atas sajadah penuh cinta pada Sang Rabb// Bibir-bibir basah berzikir// Seandainya ini Ramadan terakhirku// Takkan kubiarkan waktu berlalu tanpa ingat pada- Nya// Sebab tak ada yang tahu// Masih bertemukah denganmu di tahun depan// Juga kerinduan seorang anak akan kelembutan hati ibunya yang ia tuliskan begitu perih. //Ibu mengapa kaulempar piring?//Apakah karena aku tak mampu mencuci?// Mengapa Ibu lempar buku-buku itu?//Apakah karena aku tak pandai membaca?// Ibu, ajarilah aku yang aku mampu// Ajari yang mungkin aku bisa// Setidaknya aku tidak lupa. Ada 41 puisi cantik yang akan membuat pembaca terinspirsi dan tergerak hati untuk ikut bermuhasabah. Demikianlah, Muhasabah Cinta sebuah kumpulan puisi yang tak hanya menghibur, tetapi mencerahkan.
Buku *Buku ini adalah kumpulan puisi yang menggambarkan perasaan, refleksi, dan pengalaman hidup penyair dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kecintaan pada ibadah, keinginan untuk menulis, kerinduan akan tempat suci, hingga perasaan kehilangan dan kecemasan terhadap masa depan. Puisi-puisi dalam buku ini menggambarkan perjalanan batin yang penuh makna, di mana setiap baris mengungkapkan kejujuran, kecintaan, dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan serta sesama. Dari bait-bait yang penuh makna, pembaca akan merasakan kehangatan, kecemasan, harapan, dan juga kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Buku ini juga menyampaikan pesan tentang pentingnya mencintai, berdoa, dan terus berkarya, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi pembaca yang mencari makna kehidupan melalui seni dan puisi.*
Unduh untuk perangkat lain: