"Hahaha...! Keluargamu dipetik lagi, Edelweis," kata Verbena. "Edelweis, kecantikanmu membuat keluargamu hilang," kata Stevia. Stevia dan Verbena selalu menertawakan Edelweis yang sedang ketakutan karena keluarganya semakin sedikit. Edelweis semakin sedih. la khawatir kalau keluarganya akan punah. Edelweis adalah bunga yang langka. Edelweis disebut-sebut sebagai bunga abadi. Kelopak bunganya tidak bisa rontok selama bertahun-tahun. Inilah yang menyebabkan bunga tersebut dipetik banyak orang hingga langka. Yuk, baca cerita berjudul Bunga Edelweis yang Sabar ini! Semoga kalian menjadi generasi emas Indonesia yang mempunyai jiwa sosial, peduli antarmakhluk hidup.
Buku Buku ini menceritakan kisah Bunga Edelweis yang sabar, yang tinggal di lereng Gunung Bromo bersama Stevia dan Verbena. Edelweis dikenal sebagai bunga abadi karena kelopaknya tidak pernah rontok, membuatnya menjadi bahan iri bagi bunga-bunga lain. Namun, karena kepopulerannya, Edelweis sering dipetik oleh orang-orang, hingga akhirnya hampir punah. Dalam cerita ini, Edelweis berdoa kepada Tuhan agar keluarganya tidak punah, dan berkat kesabaran serta doa tersebut, Edelweis akhirnya diberi kesempatan untuk terus hidup. Penduduk suku Tengger juga memulai budidaya Edelweis, sehingga bunga tersebut kini semakin banyak dan terlindungi oleh pemerintah Indonesia. Orang yang memetik Edelweis bisa dihukum hingga satu tahun penjara atau denda 50 juta. Cerita ini mengajarkan nilai kesabaran, doa, dan pentingnya menjaga kelestarian alam serta keanekaragaman hayati. Buku ini juga menyertakan profil pengarang dan ilustrator, serta informasi terkait penerbitan.
Unduh untuk perangkat lain: