Istilah ‘diaspora’ berasal dari bahasa Yunani kuno, dias (melalui) dan speirein (menyebar atau menabur), dengan makna terkait penyebaran, atau proses pendistribusian benda-benda atau manusia ke wilayah yang luas, atau penyebaran manusia yang berasal dari satu bangsa atau yang mempunyai persamaan kebudayaan. Istilah diaspora biasanya disematkan pada persebaran orang-orang Jahudi setelah penaklukan Babilonia dan Romawi terhadap Palestina, kemudian persebaran orang-orang Yunani dan Armenia. Mari simak penjelasannya tentang "Etos Diaspora Muslim Indonesia" di dalam buku digital ini. Selamat Membaca!
Buku Etos Diaspora Muslim Nusantara Buku ini membahas tentang semangat diaspora dalam konteks sejarah dan budaya umat Islam di Nusantara. Istilah "diaspora" yang berasal dari bahasa Yunani, merujuk pada penyebaran manusia atau budaya dari satu wilayah ke wilayah lain. Dalam konteks Islam, semangat diaspora telah menjadi bagian dari peradaban Islam yang berkembang sejak masa para pedagang Muslim di pesisir Nusantara. Buku ini menjelaskan bahwa semangat merantau dan berdiaspora di kalangan umat Islam Nusantara telah menjadi landasan bagi berkembangnya etos budaya intelektual dan entrepreneur. Proses ini tidak hanya memperkaya dunia keagamaan, tetapi juga berkontribusi pada transformasi Islam dari doktrin menjadi kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang signifikan. Selain itu, buku ini juga mengupas sejarah penyebaran Islam di Nusantara, mulai dari kontak perdagangan antara Arab dan Sriwijaya, hingga keberhasilan Islam dalam menyebar dan diterima oleh masyarakat Melayu serta wilayah kepulauan Nusantara. Penyebaran Islam tidak hanya membawa perubahan dalam kepercayaan dan nilai-nilai spiritual, tetapi juga mendorong perkembangan intelektual, sosial, dan ekonomi yang mendalam. Dengan menggabungkan sejarah, budaya, dan etos, buku ini memberikan gambaran menyeluruh tentang peran diaspora dalam membentuk identitas dan perkembangan umat Islam di Nusantara. Buku ini sangat relevan bagi pembaca yang tertarik pada sejarah, budaya, dan kehidupan beragama dalam konteks lokal dan global.