Secara normatif, Islam mengakui peran rasio, indra, ilham (intuisi), dan wahyu sebagai sumber pengetahuan. Namun, dalam perjalanan sejarah pemikiran Islam, manifestasi sumber-sumber pengetahuan tersebut tidak dapat berjalan secara harmonis dan berimbang. Kenyataannya, penalaran rasional dan intuisi intelektual kurang mendapat tempat yang memadai dalam pemikiran Islam. Bahkan pendekatan rasional yang coba dikembangkan oleh beberapa kalangan, seperti yang dilakukan kaum Mu''tazilah, selalu mendapatkan tantangan dan hambatan dari kalangan tradisionalis. Akibatnya, dalam perkembangan ilmu keislaman, pemilahan dan pemisahan antara ilmu rasional dan ilmu keagamaan tidak terelakkan. Menyikapi hal itu, buku Titik Temu Sains hadir untuk menunjukkan adalanya integrasi dan relasi antara sains dan agama.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.