Ternyata patah hati tidak selalu benar-benar sembuh. Satu musim, dua musim berlalu terkadang luka itu masih dirasakan. Meski rindu dan cinta telah berlalu, namun damai hati tidak sepenuhnya sepi. Riuhnya suasana saat kita bertemu terkadang masih sering bermunculan pada memori masa laluku. Kamu bukanlah satu-satunya manusia yang aku cintai. Sebelum kamu, ada beberapa orang yang pernah singgah dan menetap. Mencoba mencari celah hatiku untuknya. Sebelum kamu, aku pernah jatuh hati dan mematahkannya. Mungkin bertemu kamu adalah karmaku sebelumnya. Menyesal, namun aku menikmati. Kamu hanya sebagian kisah pada perjalananku. Bumbu di setiap masakan yang kusajikan. Ya, aku benar-benar belum bisa melupakan luka yang telah kau goreskan. “Ternyata kamu berbeda. Kamu begitu perhatian di sini.” Gumamku dalam hati ketika aku menemuimu di Tanah Sangkuriang. Namun siapa sangka, beberapa hari kemudian aku harus mengatakan “sampai jumpa.”
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.