Suatu pangan disebut pangan fungsional jika secara memuaskan menunjukkan pengaruh yang menguntungkan bagi satu atau lebih fungsi target dalam tubuh, selain pengaruh nutrisi yang cukup, yang relevan untuk memperbaiki kesehatan dan/atau mengurangi risiko terhadap penyakit. Suatu pangan fungsional harus berbentuk pangan dan menunjukkan manfaatnya dalam jumlah normal yang dapat dikonsumsi dalam diet; tidak berbentuk pil atau kapsul, tetapi bagian normal dari pangan . Pangan fungsional dapat berupa pangan alami (natural food); suatu pangan yang telah ditambahkan komponen bermanfaat atau pangan yang komponen pengganggunya telah dipisahkan; suatu pangan yang sifat dari satu atau lebih komponennya telah dimodifikasi. Pangan fungsional menawarkan berbagai jenis keuntungan dan berperan dalam berbagai cara. Kategori peranan pangan fungsional di antaranya (1) fortifikasi vitamin dan mineral; (2) reduksi kolesterol; (3) serat pangan; (4) probiotik, prebiotik, dan sinbiotik; (4) antioksidan; (5) fitokimia; (6) herbal dan botanical. Adapun peranan pangan fungsional, antara lain sebagai penurun absorpsi kolesterol; menurunkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung; memperbaiki keseimbangan mikroflora pada saluran pencernaan bagian bawah. Lantas, hal-hal apa lagi yang terkait dengan pangan fungsional? Anda dapat menemukan jawabannya dalam buku ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.