“Dimana hati nurani?” Demikian tanya yang tertulis dalam surat itu. Sebuah surat yang mengawali cerita-cerita panjang yang dialami oleh seorang pengajar di sebuah pulau terpencil. Menjumpakannya dengan sosok-sosok yang bertahan dalam totalitas pengabdian. Diawali dengan cerita aktivis mahasiswa dengan seorang bocah kecil penjual asongan, Ijong. Berlanjut dengan penolakan Adina, seorang mahasiswa yang meluangkan waktu dan isi kantongnya, untuk mengajar anak-anak di sebuah kawasan kumuh. Menurutnya, memperjuangkan pendidikan tidak dengan unjuk rasa semata, tapi lebih dari itu. Dan tak kalah seru, mengisahkan cerita cinta yang di kemas dengan menarik. Serta surat balasan seorang ibu yang merindu, merelakan anak lelakinya untuk sebuah pengabdian. Kumpulan cerita ini, akan membawa kita pada sebuah sisi kehidupan nyata yang sebenarnya. Bagaimana mereka berjuang, bertahan, mengabdi, merelakan dan bergelut dengan kenyataan yang tak selamanya selalu berpihak pada mereka? Sebuah wajah pinggiran Indonesia, memperkenalkan sebuah arti hidup.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.