Manusia selalu berusaha menangkap dan mewujudkan imajinasi. Namun, ia selalu gagal karena imajinasi bergerak sangat dinamis, sangat misterius, dan sangat kompleks, sementara kemampuan yang dimiliki manusia terbatas. Karya apa pun yang dihasilkan manusia, baik karya seni maupun karya teknologi, hanyalah merupakan pantulan pucat dari imajinasi. Namun, kalangan filosof percaya bahwa karya seni merupakan perwujudan yang paling mendekati imajinasi. Kaum seniman tak terikat rumus-rumus atau kaidah-kaidah dalam kegiatan imajinatifnya, tidak seperti ilmuwan. Kaum senimanlah yang akrab mencandera imajinasi dan fantasi itu. Maka dari itu, pelukis Hanafi pernah mengatakan bahwa “karya seni adalah kegagalan yang indah”. Ikhtiar itu pula oleh yang dilakukan oleh ketujuh cerpenis dari Forum Lingkar Pena Cabang Bandung dalam enambelas cerpen yang terkumpul dalam antologi ini. Dari keenambelas cerpen yang dihasilkannya, terasa sekali bagaimana mereka bergulat dan meringkus imajinasi (dan fantasi) masing-masing dan mewujudkannya dalam bentuk cerita. Beberapa di antaranya menunjukkan pencapaian yang “lumayan”.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.