Buku Cerita Alkitab: Orang Samaria Yang Baik Hati terbitan NISI mengisahkan seorang musafir Yahudi yang dirampok, dipukuli, dan ditinggalkan sekarat di pinggir jalan menuju Yerikho. Dua orang pemuka agama yang melintas justru mengabaikannya karena enggan menolong. Harapan muncul saat seorang pria Samaria lewat dan merasa iba, padahal bangsa mereka saling bermusuhan. Pria Samaria itu dengan tulus mengobati lukanya, membawanya ke penginapan dengan keledai, merawatnya, bahkan membiayai seluruh perawatannya hingga sembuh. Kisah ini mengajarkan pesan mendalam tentang arti mengasihi dan menolong sesama tanpa memandang perbedaan.
Buku Buku ini menceritakan kisah yang terdapat dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Lukas 1025-37, yang dikenal sebagai cerita "Orang Samaria yang Baik Hati". Cerita ini menggambarkan seorang hakim yang bertanya kepada Yesus tentang cara mendapatkan hidup yang kekal. Yesus memberikan jawaban berupa hukum Allah, yaitu "Kasihilah Allah dan sesamamu". Lalu Yesus menceritakan kisah seorang orang Israel yang terluka di jalan, yang dilewati oleh tiga orang seorang imam, seorang Levit, dan seorang Samaria. Hanya orang Samaria yang menolong orang terluka tersebut dengan penuh kasih dan pengertian, meskipun orang Samaria dan orang Israel memiliki hubungan yang tegang. Cerita ini menekankan pentingnya kasih kepada sesama, terlepas dari perbedaan latar belakang atau hubungan. Buku ini dirancang untuk membantu anak-anak memahami pesan Alkitab dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Dengan menyampaikan nilai-nilai moral dan agama melalui kisah-kisah yang relevan, buku ini bertujuan untuk membimbing anak-anak dalam mengembangkan rasa kasih dan kepedulian terhadap sesama.
Unduh untuk perangkat lain: