Dunia telah berubah. Jika beberapa tahun lalu rapat di depan layar dianggap sebagai alternatif atau sekadar gaya hidup perusahaan teknologi raksasa, kini hal tersebut telah menjadi "oksigen" bagi keberlangsungan bisnis. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penggerak Ekonomi Kreatif, ruang virtual adalah panggung baru. Namun, kami menyadari bahwa perpindahan panggung ini tidak selalu mudah. Banyak dari kita yang merasa "gagap"-bukan karena kurangnya ide atau kualitas produk, melainkan karena kendala teknis yang terasa asing. Ada rasa cemas saat tombol mic tidak berfungsi, ada kegugupan saat harus membagikan layar di depan calon investor, dan ada keraguan tentang bagaimana tetap terlihat profesional meski bekerja dari pojok rumah. Buku ini hadir bukan sebagai manual teknis yang membosankan. Buku ini adalah sahabat bagi para pejuang ekonomi kreatif yang ingin tetap relevan di era digital. Di dalam tujuh bab yang praktis, kami mencoba membedah rahasia di balik layar: mulai dari persiapan alat yang hemat biaya, etika yang menjaga wibawa, hingga teknik menjual yang mampu menutup kesepakatan bisnis meski jarak memisahkan.
Unduh untuk perangkat lain: