Selama ini, banyak di antara kita menganggap WhatsApp hanyalah sarana untuk mengirim kabar, berbagi foto keluarga, atau terkadang, sekadar tempat berbalas stiker di grup keluarga. Namun, jika kita menelaah lebih dalam, WhatsApp menyimpan potensi yang luar biasa besar untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya bagi komunitas warga di tingkat RT, RW, maupun kelurahan. Kita melihat fenomena di mana seorang ibu rumah tangga bisa menghidupi keluarganya dengan berjualan nasi uduk melalui status WhatsApp. Kita melihat seorang perajin lokal yang mampu menjangkau pembeli di luar kota hanya melalui fitur katalog. Namun, kita juga melihat banyak warga yang masih merasa "gaptek" (gagap teknologi), takut salah klik, atau bahkan menjadi korban penipuan digital karena kurangnya pemahaman tentang keamanan. Buku ini hadir sebagai jembatan. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja, tetapi harus menjadi milik warga secara luas dari pemuda hingga lansia. Kami ingin memberdayakan setiap "jempol" warga agar tidak hanya digunakan untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Unduh untuk perangkat lain: