Puisi-puisi dalam antologi puisi Kabel Kusut Kota karya Nando Anwar menyajikan berbagai rupa dunia yang dialaminya. Berbagai ranah kehidupan yang dijumpai dan dialami Nando disajikan dalam rupa tatanan metafora yang apik dan ringan. Permainan diksi dan tipografi memperkaya keanekaragaman fenomena alam yang dijumpainya. Puisi "Di Lapak Mainan", "Monyet Menoreh","Bumi Kusut","Meniup Lilin Hujan","Nur dari Kulonprogo", dan "Ampas Teh" menyajikan sebagian tarian imaji Nando dalam mengapresiasi fenomena alam yang dijumpainya melalui irama rindu, harapan, kritik, pujian, sedih, bangga. "Ringan tetapi berisi", itulah yang perlu disematkan dalam antologi puisi Kabel Kusut Kota karya Nando Anwar. Selamat hanyut dalam menikmati Kabel Kusut Kota. Salam Sastra Budaya. Sebuah sajak perjalanan Yang menghargai setiap langkah dan perasaan Tanpa mengerti sepenuhnya Apa yang telah dilewati Dari jendela keret yang cepat berlalu Atau bahkan suasana kota yang berubah-ubah Di sini ''Kabel Kusut Kota'' Melihatnya untuk menghargainya Dalam bentuk kata-kata
Unduh untuk perangkat lain: