Aku, Ilham, Abah, dan Ibun adalah suatu kesatuan yang aku sangat sayangi. Sejauh apapun Ibun pergi dinas, Ibun selalu kembali. Sebesar apapun konflik di antara kami, kami berempat akan selalu bersatu kembali sebagai satu kesatuan. Kami akan ngumpul di satu kamar, biasanya kamar Abah dan Ibun. Di sana kami ngobrol random, tentang Kcong (kucing), Moni (tokoh yang diciptakan Abah sebagai pengantar tidur Ilham sejak kecil), Covid, lalu main hape bersama, tidur siang bersama, sampai Ibun protes kenapa masih saja tidur bareng seperti ikan pindang. Padahal aku dan Ilham sudah bukan bayi lagi. Kami berkomitmen berolahraga bersama walau biasanya yang lari hanya aku dan Ibun, sedangkan Abah dan Ilham hanya menunggu di mobil. Kami sarapan, nonton drakor bersama. Kami adalah entitas yang berhubungan emosional erat satu sama lain dan sesungguhnya tidak terpisahkan, atau begitulah bagaimana selama ini kami pikir. Maka dari itu, ketika Allah memisahkan Abah dari kami - it''s really hard for us. Rasanya seperti diamputasi. Sakit sekali. Ada seseorang yang hilang dalam keseharian kami.
Unduh untuk perangkat lain: