Bab awal dalam buku ini menyajikan materi mengenai makna leuit dalam kehidupan masyarakat, yang di dalamnya terkait dengan nilai-nilai lokalitas yang hidup dan terus berjalan secara turun temurun dipertahankan oleh masyarakatnya, dengan tujuan sebagai pengetahuan dasar bagi mahasiswa. Buku ini juga berupaya menyajikan mengenai nilai-nilai lokalitas yang ada dalam masyarakat adat seperti ekologi politik masyarakat Kanekes, nilai-nilai kebudayaan dalam kawalu, seba baduy serta masyarakat adat Banten Kidul, yang pada hakikatnya dalam pemenuhan kehidupan mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan cara tradisonal untuk mempertahankan keberlangsungan hidup masyarakatnya melalui nilai-nilai dan norma adat yang telah berlaku secara turun-temurun. Selain itu, juga terdapat bahasan mengenai politik hukum dan hak-hak tanah ulayat adat serta kepatuhan masyarakat adat sebagai entitas etnik yang berlangsung hingga saat ini Pada pertengahan bab, buku ini menyajikan secara khusus terkait historikal peradaban masyarakat Banten, baik dari segi struktur sosial masyarakat Banten, dinamika sosial masyarakat Banten, konstruksi sosial terbentuknya masyarakat Banten, peradaban kesultanan Banten, konstruksi ruang dan dekonstruksi nilai kebantenan, struktur Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya buku ajar ini yang berjudul "buku ajar mata kuliah Nilai- Nilai Luhur Budaya Lokal Banten". Buku ajar ini disusun sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat untuk memahami secara holistik terkait nilai-nilai lokal masyarakat Banten khususnya di bidang sosiologi. iv sosial masyarakat Banten serta kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Banten. Nilai-nilai religiusitas yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Banten kerap kali dipergunakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari oleh masyarakatnya. Nilai keagamaan di Banten sudah ada sejak kesultanan Banten hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan serta situs kepurbakalaan dari sejak masa kesultanan masih terus dipertahankan juga beberaa artefak seperti menara Banten alam, keraton kaibon, keraton Surosowan. Selain itu, kebudayaan di Banten masih tetap terjadi dan Lestari, seperti syukuran, Panjang mulud, peringatan isra mi''raj, pencak silat dan sebagainya.
Unduh untuk perangkat lain: