"SUMATI MAÑJUŚRĪ MAITREYA SAMUDRA ŚĀSTRA SAṂGRAHA: Ulasan atas Kitab Pembebasan di Tangan Kita, mulai diuraikan oleh Guru Dagpo Lama Rinpoche Losang Jamphel Jhampa Gyatso atas permohonan Biksu Bhadra Ruci (Kepala Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya )untuk Indonesia sejak tahun 2010. Di tahun berikutnya, beliau masih melanjutkan pengajaran Kitab ini. Akan tetapi, pengajaran sempat terhenti pada tahun 2014. Setelah vakum beberapa saat, melalui berkah para guru spiritual, akhirnya penjelasan terhadap Kitab ini dirampungkan pada tahun 2019. Guru Dagpo Rinpoche diyakini sebagai seorang guru besar Tibet yang merupakan kelahiran kembali dari Guru Suwarnadwipa Dharmakirti, gurunya Y.M. Atisha Dipangkara Sri Nyana-cendikiawan India yang setelah mendapat amerta realisasi, lalu membawanya ke Tibet dan mampu mengembalikan Buddhadharma yang tengah merosot dan akhirnya bertahan hingga sekarang. Guru Dagpo Rinpoche-yang berdisiplin tinggi dan rendah hati-juga telah menginspirasi banyak orang Indonesia selama 30-an tahun bercipta, berkarsa, berkarya di negara ini. Kitab yang dijelaskan beliau adalah salah satu Kitab Lamrim yang bisa disertakan dalam kumpulan "Delapan Kitab Agung Lamrim" dan seharusnya dianggap sebagai Kitab Lamrim ke-9. Bagi Guru Dagpo Rinpoche, Kitab ini merupakan perwakilan dari 3 sosok, yaitu ayah spiritual dan kedua putra spiritualnya-Kyabje Phabongkha Rinpoche (penutur langsung Kitab ini), Kyabje Trijang Rinpoche (penyalin Kitab ketika dituturkan oleh Phabongkha Rinpoche), dan Kyabje Ling Rinpoche (yang mengingat dan menyampaikan Kitab dengan sangat jelas). "Kitab Pembebasan di Tangan Kita ini bahkan lebih jelas dibandingkan hadirnya ketiga sosok tersebut," lanjut beliau. Ulasan oleh Guru Dagpo Rinpoche atas Kitab ini dalam seri pertama akan menjelaskan semua poin yang terdapat dalam Kitab Pembebasan di Tangan Kita jilid 1. Buku ini tidak hanya semakin menambah keyakinan karena ulasan atas keautentikan ajaran, tapi juga membantu kita melihat warna batin kita lebih mendetail dengan belajar memvisualisasikan Ladang Kebajikan yang terperinci dan kompleks. Dalam buku ini, beliau juga menyampaikan Abhisamayālaṃkāra (Ornamen Realisasi Jernih) pernah berkembang di negara kita, Indonesia, dan berharap ajaran yang memberikan banyak manfaat bagi Indonesia ini akan berkembang sekali lagi."
Unduh untuk perangkat lain: