Ada dua puluh cerpen Rijurita Kasidi (R 36-55) dalam buku ini. Semua judulnya menarik karena sederhana dan bersahaja. Begitu juga dengan isinya. Semua menarik karena sederhana dan bersahaja. Lalu mengapa Serpih-Serpih Kasih Sayang (R-47) yang dipilih sebagai judul buku kumpulan cerpen ini? Jika memang ini yang ditanyakan maka jawabannya tidak ada. Cerpen ini sama dengan cerpen yang lain, sederhana dan bersahaja. Hanya saja karena cerpen ini tampak seperti fenomena yang terus ada dalam keseharian dunia nyata, dunia gadis pra-remaja, yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang tetapi sama sekali tidak memberi kekhawatiran bagi para pra-remajanya sendiri, maka atas saran Kasidi, dipilihlah judul ini. Jadi bukan karena hebat atau alasan lain yang luar biasa yang menyebabkan judul ini dipilih. Gadis pra-remaja yang polos, manis, bening, lugu, masuk ke rimba belantara yang kadang tidak kenal kasihan, begitu saja. Tidak ada prasangka, tidak ada kekhawatiran. Jika mereka beruntung, mereka akan tumbuh dengan sehat, dicintai, disayangi dan bahagialah mereka, tetapi jika tidak maka sengsara dan aib dan sesal yang akan dirasakan. Itulah yang ada dibenak sang wanita dewasa ketika sempat bertemu sang gadis pra-remaja. Kekhawatiran kita semua. (tbs/kas - RC)
Unduh untuk perangkat lain: