Hidup mengalir layaknya sungai, selama nadi masih berdenyut, duka dan suka akan selalu menyapa. Namun, percayalah bahwa setiap kejadian baik pahit maupun manis adalah skenario terbaik yang telah dititipkan oleh Sang Pemilik Langit dan Bumi untuk mendewasakan jiwa. Kita tak pernah punya kuasa mengatur dari mana sang fajar harus terbit, apalagi menebak drama serta misteri yang telah digariskan takdir. Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan sebuah ruang rahasia tempat cinta dan kesepian bertemu. Di sinilah keheningan berbicara dan setiap luka menemukan obatnya. Melalui beragam tema emosional dan untaian kata mutiara yang penuh makna. Selimut Asmara dalam Relung Tanpa Ampun mengajak pembaca merayakan keunikan setiap pertemuan. Karena seringkali, pada saat kita merasa paling sendirian, di situlah cinta sejati sedang mempersiapkan jalan untuk pulang.
Unduh untuk perangkat lain: