pH luka adalah salah satu "bahasa" penting yang menggambarkan kondisi wound microenvironment. Pada kulit sehat, pH cenderung asam ringan dan membantu menjaga fungsi pelindung kulit. Namun, saat terjadi luka-terutama luka kronik-pH sering bergeser ke arah netral hingga alkali, yang dapat berkaitan dengan inflamasi persisten, bioburden/biofilm, dan risiko infeksi. Buku ini membahas pH secara runtut dan mudah dipahami: mulai dari konsep pH, pH kulit dan pH luka, perbedaan pH pada wound bed dan wound fluid/exudate, faktor yang dapat mengganggu pengukuran, hingga metode pengukuran pH yang dapat diterapkan di layanan klinis. Pembaca juga diajak memahami hubungan pH dengan proses penyembuhan luka, termasuk perannya terhadap aktivitas protease, fungsi sel, oksigenasi jaringan, angiogenesis, serta dinamika infeksi. Pada bagian pengelolaan, buku ini menguraikan prinsip wound bed preparation dan berbagai intervensi yang dapat memodulasi pH, seperti balutan, madu (Manuka/Trigona), agen pengasam, cadexomer iodine, antiseptik, dan teknologi CAP-jet. Di bagian akhir, tersedia panduan praktis pengambilan keputusan berbasis pH yang menekankan pemantauan tren pH bersama tanda klinis (ukuran luka, eksudat, bau, dan kualitas jaringan) untuk membantu menentukan langkah perawatan yang paling tepat. Buku ini ditujukan sebagai referensi ringkas, tetapi mendalam bagi tenaga kesehatan dan pembaca umum yang ingin memahami pH sebagai indikator tambahan dalam perawatan luka berbasis bukti.
Unduh untuk perangkat lain: