Bunga rampai puisi ini lahir dari jejak-jejak sunyi yang pernah singgah dalam hidup: kehilangan yang diam-diam menguatkan, cinta yang tak selalu menemukan rumahnya, serta harapan yang tetap menyala di tengah musim paling gelap. Setiap puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan serpihan jiwa yang dirangkai menjadi cermin bagi siapa pun yang bahagia, bersyukur, pernah terluka, bertanya, dan mencari makna hidupnya sendiri. Di dalam halaman-halamannya, pembaca akan menemukan bahwa manusia sesungguhnya hidup dari kenangan, doa, dan keberanian untuk tetap berjalan meski dunia tak selalu ramah. Buku ini mengajak pembaca menyusuri lorong batin yang penuh renungan tentang waktu, kesepian, cinta, kematian, dan harapan. Puisi-puisi di dalamnya tidak hanya ingin dibaca, tetapi ingin dirasakan seperti hujan yang mengetuk jendela pada malam panjang, atau seperti suara hati yang lama terpendam lalu menemukan bahasanya sendiri. Buku ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, lalu kembali menyelami diri, sebab kadang-kadang, sebuah puisi mampu menyembuhkan luka yang tak sanggup dijelaskan oleh dunia.
Unduh untuk perangkat lain: