Setiap hari manusia menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Mereka menghabiskan waktu untuk menggugurkan kewajiban, lalu pulang dengan keyakinan bahwa hidup memang harus dijalani seperti itu. Namun, di tengah rutinitas tersebut, hanya sedikit yang berhenti untuk bertanya, "mengapa semuanya harus berjalan demikian?" Mengapa seseorang menerima pekerjaannya tanpa memahami hak-haknya? Mengapa suatu aturan dipatuhi tanpa pernah diuji maknanya? Mengapa berbagai kebiasaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa pernah dikaji kembali? Barangkali, manusia bukan kehilangan kebebasannya, melainkan kehilangan keberanian untuk menggunakan kebebasan berpikir yang dimilikinya. Kaum Usang mengajak pembaca menyusuri berbagai sisi kehidupan yang selama ini dianggap biasa, tetapi sesungguhnya menyimpan persoalan yang lebih mendasar. Buku ini bukan sekadar mengkritik pekerjaan, pendidikan, agama, budaya, ataupun kekuasaan. Buku ini mempertanyakan mengapa manusia begitu mudah menerima berbagai keadaan tanpa berusaha memahami akar yang melahirkannya.
Unduh untuk perangkat lain: