Jangankan untuk memberi penjelasan, sepatah kata pun tidak ada yang bisa kulontarkan lagi. Aku hanya bisa diam menahan sesak dan air mata yang tak henti-hentinya mengalir. "Pokoknya As, Ayah tidak mau tau. Selesaikan sekolahmu di situ, atau pergi saja ke mana pun kamu mau, dan jangan pernah pulang ke rumah," ucap Ayah menekankan, "Anggap saja kalau kamu sudah tidak punya orang tua. Bagi saya, Askal Ansory sudah mati. Jangan coba main-main lagi sama Ayah." Aku tidak menjawab apapun. Setelah berulang kali memohon pada Ayah. Semuanya tetap saja percuma. Bahkan Kak Lalu juga tampak sudah tidak peduli. Dia tega meminta pada Ayah agar tidak mempedulikanku lagi supaya aku dibiarkan pergi dan menggelandang di jalanan. Askal Ansory, seorang anak SMA dengan takdir hidup yang penuh problem. Sangat membenci dunia pesantren, berkali-kali pindah sekolah, namun kehidupan seolah terus menariknya ke arah yang tak dia inginkan.
Unduh untuk perangkat lain: