Indonesia sering dijuluki sebagai "Negeri Nyiur Melambai." Di setiap sudut pesisirnya, pohon kelapa berdiri tegak sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Namun, selama berpuluh-puluh tahun, kita sering kali hanya terpaku pada apa yang ada di dalam tempurung-air dan daging buahnya-sementara bagian luarnya yang tebal dan berserabut dianggap sebagai limbah yang memenuhi tempat pembuangan. Buku bertajuk "Kerajinan Sabut Kelapa: Dari Pot Bunga hingga Sapu" ini lahir dari sebuah keresahan sekaligus optimisme. Keresahan melihat jutaan ton sabut kelapa yang berakhir menjadi abu karena dibakar sia-sia, dan optimisme bahwa di tangan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang kreatif, limbah ini adalah "Emas Cokelat" yang mampu menggerakkan roda ekonomi nasional.
Unduh untuk perangkat lain: