Novel ini lahir dari sebuah luka yang sunyi, dari air mata yang tidak selalu terlihat, juga dari doa-doa yang sering kali tidak terdengar oleh siapapun selain Allah. Di balik tokoh Farida, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan pelan-pelan bahwa hidup bukan hanya tentang panjangnya usia, bukan pula tentang banyaknya tepuk tangan manusia, melainkan tentang keteguhan hati, tentang istikamah, dan tentang bagaimana seseorang memegang tauhidnya hingga akhir, meski di sekelilingnya banyak yang memilih jalan yang lebih mudah.
Unduh untuk perangkat lain: