Di tengah pesatnya pertumbuhan desa-desa yang mengusung label wisata, kami mengamati adanya kesenjangan antara potensi laten yang dimiliki dengan kapasitas pengelolaan yang ada. Banyak desa wisata tumbuh secara organik namun rapuh, kesulitan dalam menjaga keberlanjutan, dan belum optimal dalam memberikan dampak kesejahteraan. Tantangan kompleks ini, mulai dari tata kelola yang belum mapan, persaingan yang kian ketat, hingga tuntutan adaptasi digital, menjadi motivasi utama kami untuk menyusun sebuah panduan yang komprehensif, sistematis, dan aplikatif bagi para pemangku kepentingan.
Unduh untuk perangkat lain: