Cerita rakyat merupakan bagian dari tradisi lisan dan warisan budaya takbenda. Ben-Amos menegaskan bahwa folklor bukan sekadar teks lama, melainkan komunikasi artistik yang hidup dalam konteks sosial masyarakat penuturnya. Sebuah cerita rakyat tidak berdiri sendiri sebagai narasi karena keberadaannya terikat pada siapa yang menuturkannya dan siapa yang mendengarkannya, pada adat istiadat, dan pada ruang tempat cerita itu lahir. Cakupannya luas dan mencakup praktik, ekspresi, pengetahuan, serta keterampilan yang diakui sebuah komunitas sebagai miliknya dan diwariskan turun-temurun. Buku ini berpijak pada keyakinan bahwa cerita rakyat Dayak Kanayatn layak dihimpun sebagai arsip budaya sekaligus dihadirkan kembali sebagai sumber pengetahuan dan ruang pendidikan nilai yang memperkuat identitas budaya lokal.
Unduh untuk perangkat lain: