Buku ini ditulis sebagai catatan pengingat perjalanan hidup penulis. Sebagai kumpulan jejak: tentang apa yang dipelajari dari Bapak dan Mamak, dari kemunting di jalan pulang, dari delapan kilometer berjalan kaki menuju sekolah, dari satu tahun yang harus ditunggu, dari ruang kelas, dan dari sekolah-sekolah yang kemudian menjadi tempat belajar tentang kepemimpinan. Tokoh Eceng adalah nama kecil penulis. Pilihan menggunakan sudut pandang orang ketiga memberi jarak yang lembut antara pengalaman dan refleksi. Eceng dibiarkan tumbuh di hadapan pembaca, sementara makna dari setiap pengalaman hadir perlahan tanpa harus selalu dijelaskan.
Unduh untuk perangkat lain: