Resensi Keluar dari Jerat RIBA, Buku yang ditulis seorang istri saat mendampingi suaminya sejak mendirikan RIBA crisis center, memberikan hasil pengamatan empiris dan menghasilkan sudut pandang yang emak-emak. Buku terdiri dari 10 bab utama dimulai dengan pengenalan, fenomena & dampak RIBA di 3 bab pembuka. Lanjut pembenahan mindset pada 2 bab berikutnya, baru masuk solusi khas ibu rumah tangga mulai di bab 6. Tak lupa referensi keuangan syariah dibahas pada bab 7, lanjut pematangan diri agar RIBA tidak terjadi lagi dibahas bab 8 dan 9. Ditutup dengan upaya bersama membendung RIBA. Semua pembahasan diurai sederhana, tidak banyak membahas dalil yang memang bukan kapasitasnya. Ditulis murni dari sudut pandang seorang istri dari pengalaman mendampingi suaminya "merawat" ribuan pasien RIBA. Banyak ilustrasi cerita yang diambil dari keseharian, agar pembahasan mendapat konteks yang tepat. Ada pula pembahasan soal arisan yang sangat dekat dengan emak-emak, jadi alternatif solusi dengan pendekatan yang terbukti ampuh dan mudah diduplikasi. Bagi penulis, riba itu sudah jadi musuh bebuyutan yang harus dijauhi demi keselamatan dompet di dunia dan catatan amal di akhirat. Lebih baik hidup sederhana tapi "plong", daripada gaya selangit tapi tiap bulan pusing mikirin bunga yang makin melilit. Buku ini menjadi komitmen pribadi sekaligus berbagi sudut pandang, agar semua emak-emak bisa menjadi pendamping ekonomi keluarga yang jeli. Buat emak-emak, prinsip nomor satu itu keberkahan. Biar gaji suami nggak seberapa, yang penting cukup buat makan sebulan dan anak sekolah. Tapi tidak semua bisa menerapkan kehidupan ekonomi yang sehat, bahkan ada yang masih pula tergoda membeli yang bukan kebutuhan. Formula menahan keinginan termasuk yang juga disorot oleh penulis. Penulis berharap bahwa bukunya bisa menjangkau semua kalangan untuk menghadirkan perspektif perempuan. Juga sebagai tips praktis agar emak-emak paham betul kalau pinjaman itu kelihatannya menolong, padahal menjerat. Apalagi sekarang zamannya Paylater atau Pinjol (Pinjaman Online). "Itu loh, iming-iming ''beli sekarang bayar nanti''. Awalnya sih hepi bisa beli daster baru atau skincare, eh pas jatuh tempo bunganya nambah terus. Itu namanya mencekik leher sendiri, Jadi mending sabar, nabung dikit-dikit di kaleng biskuit daripada ''ngasih makan'' lintah darat." Kalimat khas emak-emak yang dikemas dalam buku ini semoga benar-benar terasa sebagai solusi.
Unduh untuk perangkat lain: