Buku ini mengupas secara komprehensif bagaimana Indonesia perlu membangun arsitektur ketahanan kesehatan nasional yang tidak lagi bertumpu pada pola respons krisis semata, melainkan pada manajemen risiko berkelanjutan yang terstruktur dan terintegrasi. Berangkat dari pengalaman pandemi COVID-19, buku ini membedah pergeseran paradigma kebijakan kesehatan dari pendekatan sektoral menuju pendekatan strategis berbasis risk governance, resilience theory, dan securitization of health. Kesehatan diposisikan bukan hanya sebagai urusan pelayanan publik, tetapi sebagai pilar ketahanan nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas sosial, ekonomi, dan pertahanan negara. Dengan analisis kebijakan yang tajam dan refleksi empiris lapangan, pembaca diajak memahami bahwa ketahanan kesehatan menuntut kesiapsiagaan sistemik, kepemimpinan adaptif, serta koordinasi lintas sektor yang solid. Lebih jauh, buku ini menawarkan peta jalan kebijakan yang konkret-mulai dari penguatan regulasi, reformasi kelembagaan, investasi sumber daya manusia dan logistik strategis, hingga pembangunan budaya kesiapsiagaan sebagai karakter institusi negara. Perspektif akademik dipadukan dengan pengalaman kepemimpinan dalam sistem kesehatan militer dan jejaring pelayanan nasional, menghasilkan narasi yang reflektif sekaligus operasional. Buku ini relevan bagi pembuat kebijakan, akademisi, praktisi kesehatan, serta pemimpin sektor publik yang ingin memastikan bahwa bangsa ini tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis kesehatan berikutnya, tetapi juga tumbuh lebih tangguh dan siap menghadapi ketidakpastian global.
Unduh untuk perangkat lain: