Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus optimisme. Kegelisahan muncul karena pembangunan kepemudaan masih kerap dibaca melalui jumlah kegiatan, banyaknya peserta, besarnya anggaran yang terserap, atau kelengkapan dokumen administratif. Ukuran tersebut penting, tetapi belum cukup untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: apakah pendidikan pemuda semakin berkualitas, transisi menuju pekerjaan semakin lancar, kesehatan semakin baik, partisipasi semakin bermakna, kesetaraan semakin nyata, dan ruang kontribusi pemuda semakin luas? Buku ini juga menempatkan pemuda bukan semata-mata sebagai penerima manfaat. Pemuda adalah warga negara, mitra pemerintah, inovator, pekerja, wirausahawan, relawan, pemimpin, dan penggerak perubahan. Setiap kebijakan kepemudaan harus memberi ruang agar pemuda turut merancang, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pelayanan yang menyangkut kehidupan mereka.
Unduh untuk perangkat lain: