Episteme Jawa: Arsitektur Pembentukan Manusia merupakan upaya filosofis untuk merumuskan kembali pengetahuan Jawa sebagai sistem pembentukan manusia. Buku ini menempatkan Jawa sebagai episteme, yaitu tatanan pengetahuan yang membentuk cara manusia memahami diri, kehidupan sosial, alam, dan kosmos.Perkembangan modernitas mengubah pola hidup, struktur sosial, dan cara manusia memproduksi pengetahuan. Transformasi tersebut memperluas kemampuan teknologis dan institusional, tetapi juga menghasilkan diferensiasi kesadaran, spesialisasi pengetahuan, dan keterputusan dari akar kebudayaan. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan akan suatu kerangka pembentukan manusia yang mampu mengintegrasikan dimensi personal, sosial, etis, dan kosmologis. Tradisi Jawa menyimpan warisan intelektual yang panjang mengenai proses menjadi manusia. Berbagai teks, simbol, laku, dan ajaran hidup merekam struktur kesadaran yang berkembang dari pengenalan diri menuju kebijaksanaan. Warisan tersebut menyediakan sumber refleksi filosofis yang relevan bagi kajian pendidikan, filsafat manusia, dan studi kebudayaan Nusantara. Buku ini merumuskan arsitektur pembentukan manusia melalui lima epistēmē, yaitu Kanoman, Kanuragan, Kaduniawian, Kesepuhan, dan Kasampurnaan. Kelima epistēmē tersebut membentuk struktur perkembangan kesadaran: manusia mengenali asal dirinya, mengembangkan daya, memasuki kehidupan sosial, mematangkan kebijaksanaan, dan menyusun orientasi hidup. Pendidikan, dalam kerangka ini, dipahami sebagai proses transformasi kesadaran yang berlangsung sepanjang kehidupan
Unduh untuk perangkat lain: