Antologi ini adalah kumpulan sayatan yang tak tertulis dengan darah, tetapi dengan luka-luka yang telah membekas. Sepuluh cerita, sepuluh dentingan dari ruang batin yang sunyi namun gaduh-tentang korupsi yang diwariskan turun-temurun seperti warisan keluarga; tentang cinta yang bersikeras untuk tetap tinggal bahkan saat dia sudah mencapai batasnya; tentang definisi-definisi yang memenjarakan, mengekang, dan membuat kita hanya menggunakan kacamata kuda setiap saat. Serta para tubuh yang memilih meronta, bukan untuk tunduk melainkan untuk memperkuat tanduk-tanduk kehidupannya. Kita diajak menyusuri lorong-lorong: Seseorang yang ingin bebas. Seorang korban yang hanya ingin pulang dari tubuh yang disalahgunakan. Seorang ayah yang menyayangi, tapi tak tahu cara mengucapkannya.
Unduh untuk perangkat lain: