Buku "Kuasa Humor: Menyigi Relasi Kuasa di Balik Canda dan Tawa" ditulis untuk menjelaskan humor sebagai praktik sosial yang bersifat politis dan ideologis. Sebagai praktik sosial, humor bukan sekadar ungkapan-ungkapan lucu yang berakhir melahirkan tawa. Humor juga aktivitas sosial memproduksi dan mereproduksi pengetahuan, berisi nilai-nilai, dapat mempengaruhi proses dan struktur sosial. Sebagai contoh, humor dapat mempertahankan atau memperkuat pandangan tidak adil terhadap kelompok minoritas yang kerap jadi sasaran. Melalui humor, masyarakat bukan sekadar menghibur diri dan orang di sekitarnya, tetapi pada dasarnya juga melakukan tindakan sosial yang dapat mempertahankan relasi kelompok yang tidak adil. Humor juga berdimensi politis dan ideologis karena digunakan untuk kepentingan tertentu. Meskipun seringkali dianggap remeh dan dilabeli "sekadar humor", "cuma bercanda", atau "just kidding", humor adalah praktik sosial yang serius. Melalui humor, kelompok minoritas berusaha mempertahankan pandangan dominan agar menguntungkannya. Misalnya, saat kelompok etnik dominan mengolok sifat atau kebiasaan etnik minoritas, ia sedang mempertahankan pandangan dunia yang bias dan rasis agar kelompok etnik minoritas tetap terpinggirkan dalam struktur sosial tertentu.
Unduh untuk perangkat lain: