Peran Pamangku dalam upacara piodalan di Pura Kahyangan ini sangat besar, dari mapiuning hingga penyineb upacara piodalan. Dalam buku ini rangkaian upacara piodalan terbagi menjadi 15 tahapan, dan kesemuanya itu dilengkapi dengan penganteb yang berbeda-beda. Dengan memperhatikan struktur teologi atau Dewa Tattwa serta jenis puja mantra yang ada, serta dengan dasar pelaksanaan upacara yang mengikuti prinsip utpeti, stiti, dan pralina, maka tersusunlah sebuah buku yang berjudul Paletan Panganteb Pamangku Piodalan Ring Pura Kahyangan. Dengan memperhatikan perkembangan jaman kedepan, maka buku ini diharapkan dapat memberikan sebuah panduan panganteb secara standar dalam tatanan masyarakat, agar tidak terkesan budaya agama di Bali terlalu jauh berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pada jaman dahulu para tetua sudah melakukan hal yang benar dan tepat dengan tatanan utpeti, stiti, dan pralina, namun dengan mengetahui maksud dari sebuah mantra, maka mantra yang dipakai dalam ketiga tahapan tersebut dapat disesuaikan.
Unduh untuk perangkat lain: