Memahami dudonan atau tahapan nganteb sama halnya dengan memahami sebuah alur Teologi, yang dalam Hindu Bali disebut dengan Dewa Tattwa. Seperti apa yang disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa, bahwa Pamangku yang tidak mengetahui Dewa Tattwa atau dudonan Panganteb, maka Pamangku tersebut dikatakan sebagai durhaka. Bagaimana caranya jnana kita mencapai Beliau jika kita tidak mengetahui jalannya yang berupa dudonan panganteb. Maka dari itu, penulis senantiasa belajar dan mengembangkan diri dalam hal dudonan panganteb yang mencakup Panca Yadnya. Meskipun penulis sendiri tidak dapat memakainya secara menyeluruh akibat sesana sebagai Mangku Kahyangan Tiga, atau Mangku Gede, namun penulis dapat membagikan apa yang disusunnya untuk kepantingan rekan Pamangku lainnya Buku panganteb Panca Yadnya ini sudah disusun secara rapi, detail, lengkap, dan menyeluruh dari sisi dudonannya, serta dilengkapi dengan instruksi atau teknik dan cara melakukan panganteb tersebut. Pembaca atau rekan Pamangku lainnya hanya menggunakan saja.
Unduh untuk perangkat lain: