Di abad ke-21, krisis ekologis bukan hanya masalah teknis, melainkan kegagalan teologis. Buku ini menjembatani jurang antara Hipotesis Gaia (James E. Lovelock) dan metafisika teologi klasik. Penulis menguji ketahanan model teologi Abrahamik (Yahudi, Kristen, Islam) ketika dihadapkan pada data keras ilmu pengetahuan: anomali oksigen 21%, kenaikan luminositas matahari, hingga model matematika Daisyworld. Hasilnya adalah kesimpulan menantang: Gaia tidak membantah Tuhan, namun membuat model teologi berbasis providensia eksternal dan antroposentrisme keras menjadi tidak memadai. Melalui 14 bab, buku ini membongkar asumsi tentang penciptaan dan teleologi kosmos, menawarkan Teologi Planetari Abad ke-21. Di sini, manusia bukan lagi "tuan" alam, melainkan "organ sadar" yang harus bersimbiosis dengan sistem bumi yang otonom. "Bumi sedang demam, dan teologi harus membantu menyembuhkannya, bukan menambah delusi pasien." Buku ini penting bagi teolog, ilmuwan, dan aktivis iklim yang peduli pada masa depan iman dan keberlanjutan bumi. Sebuah undangan untuk membaca data iklim sebagai "wahyu alam" yang harus ditafsirkan ulang demi bertahan hidup secara bermartabat di planet yang terbatas.
Unduh untuk perangkat lain: