Menavigasi Iman di Era Kecerdasan Buatan Dunia yang kita huni hari ini telah berubah secara fundamental. Kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) dan transformasi digital bukan lagi sekadar inovasi teknologi, melainkan gelombang yang meresap ke setiap sendi kehidupan manusia. Buku ini hadir sebagai sebuah jembatan intelektual monumental yang menghubungkan khazanah tradisi keilmuan Islam dengan realitas teknologi mutakhir yang serba otomatis. Menyambung Tradisi dan Inovasi Buku ini memulainya dengan meletakkan dasar metodologi yang kokoh melalui lensa Ushul Fikih dan Maqasid Syariah. Penulis secara cerdas membuktikan bahwa prinsip-prinsip hukum Islam bersifat adaptif dan responsif terhadap isu-isu kontemporer yang kompleks, mulai dari algoritma yang bias hingga etika data pribadi. Spektrum Pembahasan yang Luas Pembaca diajak menelusuri berbagai dimensi aktivitas digital dalam perspektif syariah, antara lain: - Etika & Keadilan AI: Mengupas tuntas isu bias algoritma, transparansi, serta tanggung jawab moral (taklif) antara pencipta dan pengguna teknologi. - Privasi & Perlindungan Data: Membedah konsep menjaga aib (sitr) dan larangan menggunjing (ghibah) dalam ekosistem digital, serta bagaimana fikih memandang hak kepemilikan data. - Integritas Konten: Menghadapi tantangan kejujuran di era deepfake, hoaks, dan disinformasi digital. Ekonomi Digital Kontemporer: Analisis fikih yang mendalam mengenai transaksi e-commerce, aset kripto, NFT, hingga model kerja berbasis AI. - Praktik Ibadah di Era Baru: Mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam pembelajaran Al-Qur''an, penentuan arah kiblat, hingga batasan dalam menggunakan "Mufti AI" atau fatwa otomatis. Panduan Praktis Generasi Z Sebagai "permata" penutup, buku ini memberikan panduan gaya hidup digital yang sangat relevan bagi generasi muda. Mulai dari etika bersosial media yang "halal", batasan pergaulan (khalwat digital), hingga manajemen hati dalam menghadapi godaan belanja online dan flexing di dunia maya. Akhirnya dapatlahndisimpulkan bahwa : Buku ini bukan sekadar kumpulan hukum, melainkan kompas moral yang mencerahkan. Dengan bahasa yang lugas namun kaya analisis, karya ini menuntun umat Muslim untuk berinteraksi dengan teknologi secara etis dan bertanggung jawab demi meraih kemaslahatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Inilah referensi utama bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat umum untuk tetap teguh dalam tuntunan syariah di tengah deru revolusi digital yang tak terbendung. Fikih Digital dan Artificial Intelligence (AI): Merespon Aktivitas Kekinian Berbasis AI dan Dunia Digital dalam Perspektif Hukum Islam
Unduh untuk perangkat lain: