Ramadlan selama ini lebih sering dipahami sebagai momentum ritual ibadah tahunan. Padahal, di balik rangkaian ibadah puasa, tersimpan sebuah sistem pendidikan ilahiah yang sangat komprehensif. Buku ini berangkat dari kegelisahan akademik bahwa pendidikan Islam modern kerap terfragmentasi, memisahkan aspek kognitif, spiritual, dan sosial, sementara Ramadlan justeru menghadirkan model pendidikan yang menyatukan semuanya secara integratif. Melalui pendekatan konseptual dan reflektif, buku ini menguraikan konsep pendidikan dalam Islam, makna puasa dalam al-Qur`?n dari perspektif pendidikan, dan keterkaitannya dengan teori pembentukan karakter. Ramadlan diposisikan sebagai proses tarbiyah yang sistematis (melatih pengendalian diri, menumbuhkan kesadaran spiritual (tazkiyah), dan mengembangkan kecerdasan ruhani) yang berdampak pada pembentukan akhlaq mulia. Lebih jauh, buku ini menawarkan gagasan "siklus pendidikan Ramadlan" sebagai model integratif yang dapat diadaptasi dalam sistem pendidikan Islam. Pembahasannya mencakup peran strategis guru dan orangtua, integrasi nilai-nilai Ramadlan dalam kurikulum, dan implementasinya dalam budaya sekolah, madrasah, dan pesantren. Disertai dengan contoh program pendidikan Ramadlan yang aplikatif, buku ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan nilai-nilai pasca Ramadlan agar transformasi spiritual tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Ditulis dengan gaya populer-akademis, buku ini menjadi tawaran konseptual sekaligus praktis bagi akademisi, pendidik, dan pemerhati pendidikan Islam untuk membangun sistem pendidikan yang lebih utuh, kontekstual, dan transformative, berbasis pada spirit Ramadlan sebagai madrasah kehidupan.
Unduh untuk perangkat lain: