Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna khas yang bernilai ekologis, kultural, dan ekonomi bagi daerah. Namun, berbagai spesies ikonik seperti itik Tegal, pohon bidara, bekantan, mangga kasturi, burung bidadari, dan cengkeh Afo kini menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat, alih fungsi lahan, perburuan, tekanan pasar, lemahnya regenerasi, serta menurunnya perhatian terhadap warisan hayati lokal. Buku Bisnis Konservasi Flora dan Fauna Ikonik Tegal, Banjarmasin, dan Maluku Utara disusun sebagai respons atas kondisi tersebut. Melalui pendekatan deskriptif-ekologis dan sosial-ekonomi, buku ini membahas ciri morfologi spesies, faktor penyebab kelangkaan, dampak kehilangan, serta strategi pelestarian yang realistis dan berkelanjutan. Buku ini juga menegaskan bahwa konservasi tidak hanya bermakna perlindungan, tetapi dapat menjadi investasi masa depan melalui bisnis konservasi, ekowisata, pembiayaan hijau, produk turunan, ekonomi kreatif, penguatan branding daerah, dan kelembagaan lokal. Pelestarian spesies ikonik dipandang sebagai upaya menjaga identitas daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun masa depan yang hijau serta bermartabat.
Unduh untuk perangkat lain: