Setiap generasi pasti meniliki narasi historis yang berbeda-beda. Yang lebih penting dari itu adalah amanat dari generasi pewarisnya agar bisa memahami secara baik narasi historisnya. Narasi sejarah kampung masih dapat diselamatkan karena orang-orang tua yang memahami situasi dan perkembangan kampung dari Tahun 1957- 2000-an masih ada pelaku sejarah, sehingga perlu penyelamatan dalam hal dokumentasi narasi historisnya. Tidak ada kata terlambat atau kata yang terlupakan meskipun pemberi informasi sudah memasuki usia senja, bahkan ada yang sudah tiada. Buku ini kaya akan narasi historis peradaban manusia Miyah, manusia Mpur dan manusia Irires yang mendiami kampung Senopi, Asiti, Afarawi, Meinad, Meis, Aifamas dan kampung Wafmana. Narasi historis kampung bagaikan sebuah mutiara yang dilupakan orang meskipun begitu tentu para pendahulu membayar dengan mahal yakni keringat, darah bahkan nyawapun sebagai taruhnya. Seiring berjalannya waktu semakin cepat maka, perlu pendokumentasian hisoris kampung dapat dilakukan agar menjadi catatan historis yang tidak diabaikan begitu saja oleh generasi penerusnya. Selain itu, kesadaran akan sejarah peradaban manusia dan budaya perlu ditanamkan kepada generasi penerusnya. Segera dapatkan buku ini!!
Unduh untuk perangkat lain: