Meneropong Suku Mpur: Seri Etnografi yang telah menguraikan mengenai lokalitas tempat tinggal dari Suku Mpur yang mendiami Mpur Suor ''daerah pedalaman'' dan Mpur Wot ''daerah pantai'', memberikan narasi yang kaya terkait dengan data-data etnografi Suku Mpur yang mendiami Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Kata Mpur sendiri bermakna baik atau jinak karena sepadan dengan manusia yang memiliki karakter yang baik. Buku ini merupakan sebuah Seri Etnografi yang dapat mengungkap makna sebuah nama yang merupakan kolektifitas dari etnik, serta dapat dieksplorasi melalui bahasa sebagai cermin dari kebudayaan Suku Mpur. Penyebaran Suku Mpur sendiri secara geografis administratif mendiami daerah Kebar, Amberbaken, dan Mubrani. Secara khusus, bagi Suku Mpur yang mendiami wilayah Mubrani yang berbatasan langsung dengan Suku Meyah memiliki kekerabatan secara geneologi bahasa sehingga digolongkan sebagai masyarakat bilingual (dwi bahasa), yakni dapat berinteraksi dengan menggunakan dua bahasa (bahasa Mpur dan bahasa Meyah). Abstraksi penulis atas apa yang didengar, dilihat dan juga dialami selama berinteraksi dengan sesama suku Mpur dan lingkungan alam sekitarnya sangat membantu dalam mengungkapkan filosofis dan jati diri dalam membangun suku Mpur itu sendiri. Pembangunan sumber daya manusia merupakan sebuah harapan yang dinikmati oleh setiap idividu dan kelompok masyarakat yang mendiami Mpur Suor ''daerah pedalaman'' dan Mpur Wot ''daerah pantai''. Patutlah memberi apresiasi kepada pewaris bahasa ibu yang tetap mempertahankannya sebagai lingua franca yang dapat digunakan dalam memberikan pengetahuan dasar tentang nilai-nilai dasar pengetahuan berhitung, membaca, dan menulis kepada manusia dan lingkungan alam sekitarnya. Suku Mpur pun memiliki etos kerja yang dapat dipertahankan demi kelangsungan hidupnya dan melalui aktivitas yang dialakoni. Untuk itu perlu ditumbuhkembangkan kesadaran agar menghargai budaya dan bahasa yang dimilikinya sebagai kekayaan mental yang tak akan pernah pudar.
Unduh untuk perangkat lain: