Pernikahan sering disebut sebagai "setengah agama." Ungkapan ini indah, tetapi dalam praktiknya kerap terasa abstrak-seolah cukup diucapkan, tanpa benar-benar dihidupi. Membangun rumah tangga pada hakikatnya bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk saling mengenal, saling menerima, dan bersama sama bertumbuh dalam ketakwaan kepada Allah Swt. Berangkat dari pemikiran itulah, buku STIFIn Çiftler dalam Pernikahan hadir. Kata Çiftler berasal dari bahasa Turki yang berarti pasangan, sepadan dengan couple dalam bahasa Inggris. Istilah ini dipilih untuk menggambarkan dua pribadi yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan, masing-masing membawa karakter, cara berpikir, kebiasaan, serta cara mencintai yang berbeda.
Unduh untuk perangkat lain: