Di dunia yang menjadikan data sebagai bukti keberadaan, Elang Aksara menemukan kenyataan yang mustahil: sistem tidak mengenal dirinya. Tidak ada riwayat kependudukan, rekam biometrik, catatan kelahiran digital, bahkan sejumlah foto lama perlahan kehilangan jejak wajahnya. Seolah-olah selama tujuh belas tahun, Elang tidak pernah benar-benar ada. Pencarian sederhana untuk memperbaiki identitas berubah menjadi perjalanan berbahaya ketika Elang menemukan bahwa ibunya, Sekar Ayuningtyas, mengetahui semuanya sejak awal. Larangan menggunakan akun pribadi, mengunggah foto wajah, hingga menjalani pemindaian biometrik ternyata bukan sekadar sikap seorang ibu yang terlalu protektif. Di balik semua itu tersembunyi sebuah sistem bernama ARKA, teknologi identitas yang mampu menentukan data mana yang dianggap benar dan siapa yang berhak diakui keberadaannya.
Unduh untuk perangkat lain: