Makanan merupakan kebutuhan paling dasar dan utama bagi setiap makhluk hidup yang sifatnya naluriah, tetapi jenis makanan apa yang layak dan tidak layak dimakan, cara mengolah, menyajikannya, fungsi dan perilaku makannya adalah termasuk dalam lingkup kebudayaan. Setiap hari manusia melakukan kegiatan makan dengan tujuan untuk mendapatkan energi, menjaga kesehatan, kepentingan metabolism tubuh, atau hanya sekadar untuk menyenangkan perut. Sedangkan, sebagai konsep budaya, adakalanya suatu makanan dapat atau tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena latar belakang budaya masyarakat, seperti pandangan tradisional suatu adat-istiadat, pandangan hidup maupun agama. Makanan erat kaitannya dengan tradisi suatu masyarakat setempat, karena itu makanan memiliki fenomena lokal. Seluruh aspek makanan tersebut merupakan bagian-bagian dari warisan tradisi suatu golongan masyarakat. Gorontalo sebagai salah satu daerah yang memiliki begitu banyak makanan khas daerah serta mempunyai cita rasa yang sangat lezat perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya Indonesia. Pelestarian makanan khas daerah membutuhkan adanya integrasi dengan penjabaran keberadaan makanan khas tersebut. Dengan demikian diharapkan buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dari berbagai kalangan, khususnya kepada mahasiswa maupun dosen di bidang gizi, kesehatan masyarakat, tata boga untuk memahami bagaimana kuliner dapat mewakili identitas budaya suatu daerah.
Unduh untuk perangkat lain: